Kamis, 07 Mei 2015

Lembaga Bimbingan Belajar Al-Qur'an
kaum muslimin wal muslimat, yang menghendaki untuk belajar al-Qur'an secara intensif, baik untuk pribadi, keluarga, maupun putra putri nya, maka , kami akan membantu agar bapak/ ibu / keluarganya dapat belajar al-Qur'an, 
informasi hubungi ;
0852-6789-1015 - Ust. Miftahudin

Kamis, 11 September 2014

Assalamu'alaikum wr.wb.
dalam rangka  Hidmah kepada al-QUr'an,, Kami sedang membangun ma'had tahfidz al-Qur'an al-Dzikra yang berlokasi di Jl.Angkatan 66. Lrg jambu; RT 30/09 Kemun ing Palembang.
Mohon doanya agar Allah memudahkan segala urusan kami, dan kami istiqamah dalam hidmah pada al-Qur'an ini. 

Selasa, 09 September 2014

Mahkarijul Huruf

8-Point Star: 3




مَخَارِجُ الْحُرُوْفِ
   TEMPAT-TEMPAT KELUAR HURUF








1.             Pengertian Makharijul Huruf

Makhraj berasal dari fi’il madhi ( bentuk lampau)  خَرَجَ  yang artinya keluar. Lalu dari kata خرج  tersebut dijadikan berwazan  مَْفْعَلٌ   yang bershighat isim makan ( menunjukan makna tempat)  maka jadilah  مَخْرَجٌ , bentuk jamaknya adalah  مَخَارِجٌ  . kemudian diidhafatkan dengan kata  الحروف  , maka jadilah kata مَخَارِجُ الْحُرُوفِ   yang berarti tempat tempat keluarnya khuruf. Apabila diindonesiakan menjadi  MAKHRAJ HURUF.
Secara lughowi, makhraj artinya ;  مَوْضِعُ الْحُرُجْ , tempat keluar. Sedangkan menurut istilah tajwid makhraj artinya adalah  اسم للمحل الذي ينشاء منه الحرف  , suatu nama tempat, yang daripadanya huruf dibentuk.
Mengetahui makhraj huruf merupakan hal yang mutlak harus dikuasai oleh setiap orang yang membaca al-Qur’an, sebab setiap huruf harus dikeluarkan sesuai dengan tempat keluarnya. Kesalahan dalam pengucapan huruf akan berakibat rusaknya arti dari sebuah kata. Bahkan apabila itu dilakukan dengan sengaja akan menyebabkan kekafiran seseorang.
Berbeda dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab adalah bahasa yang sensitif, kesalahan dalam pengucapan huruf saja bisa menyimpang dari makna yang sebenarnya. Contoh pada lafadz  الحمد لله رب العالمين   ( segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam) apabila lafadz   العالمين  dibaca  الالمين  , (  الحمد لله رب الالمين  ) maka artinya menjadi “ segala puji bagi Allah, RAJANYA SEGALA PENYAKIT “. Contoh lain adalah pada lafadz  لَعَلَّكَمْ تَشْكُرُوْنَ  , dengan menggunakan SYIN, artinya adalah ;” mudah mudahan engkau bersyukur”. Bandingkan dengan apabila huruf SYIN dirubah  menjadi huruf SIN ( س  )  تسكرون  , artinya adalah “ mudah mudahan engkau mabuk”.


2.             Cara Mengetahui Makhraj Huruf

Cara efektif untuk mengetahui darimana suatu huruf keluar, maka huruf tersebut di sukunkan atau di tasydidkan, kemudian ditambah satu huruf di belakangnya, kemudian dibaca. Saat suara tertahan, disitulah tempat keluar huruf tersebut.
Seperti untuk mengucapkan huruf  BA  ب  maka huruf BA di sukun kan  (  بْ ) kemudian dibelakang huruf ditambah huruf hamzah, menjadi  اَبْ   , ketika suara tertahan, Nampak bahwa tempat keluar huruf BA adalah dari duabibir yang dirapatkan.[1] Begitu seterusnya.


3.                  Pembagian Makhraj Huruf

Ulama qurra ( ahli Tajwid) berbeda pendapat dengan para ahli nahwu ( ahli tata bahasa Arab) dalam menentukan jumlah makhraj huruf. Imam Syibawaih ( dari kalangan ahli Nahwu) berpendapat bahwa makhraj huruf berjumlah 16 makhraj.begitupun dengan Imam AsySyatibi ( dari kalangan ahli Qiraat )   sementara menurut Imam Al-Farra’, jumlah makhraj huruf adlah 14 tempat.  Namun pendapat yang paling masyhur, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Khalil Bin Ahmad, jumlah makhraj huruf berjumlah 17 tempat.  Pendapat inilah yang dipegang oleh jumhur ulama termasuk Syikh Imam Ibnu AL-Jaziry penulis kitab tajwid Al-Jazariyyah.





Ketujuh belas makhraj tersebut selanjutnya dikelompokan kedalam lima kelompok besar yaitu;

a.       Al-jauf              الجوف     ( Rongga mulut)         = 1   makhraj
b.      Al-Halaq             الحلق               ( Tenggorokan )           = 3    makhraj
c.       Al-lisaan          اللسان      ( Lidah )                      = 10  makhraj
d.      Asy-syafatan  الشفتان     (Dua bibir)                   = 2    makhraj
e.       Al-Khoisyum  الخيشوم     ( Rongga hidung)        = 1    makhraj


4.             Perincian Makhraj Huruf
A.    Al –jauf    (  اَلْجَوْفُ  )  artinya adalah rongga mulut, dari makhraj ini keluar  tiga huruf MAD, yaitu  alif yang sebelumnya huruf berharakat fathah, waw yang sebelumnya huruf berharakat dlommah, dan Ya yang sebelumnya huruf berharakat kasrah. Seperti contoh pada kata   نُوْ حِيْ هَا  .

B.     Al-Halqu (  اَلْحَلْقُ  ), artinya adalah tempat keluarnya huruf ada terletak pada tenggorokan. Dari makhraj ini muncul tiga makhraj yaitu;


1.         اَقْصَى الْحَلْقِ  , pangkal tenggorokan. Dari tempat ini keluar huruf                ء  ( hamzah) dan  ه   ( HA).

2.      الحْلَقِ   وَسْطُ, tengah tengah tenggorokan, dari makhraj ini keluar huruf      ح  ع                   

3.        اَدْنَى الْحَلْقِ , ujung tenggorokan, dari makhraj ini keluar huruf   غ  خ

C.        Al-Lisan   ( اَللِّسَانُ ). Artinya adalah lidah. Dari makhraj ini keluar 18 huruf yang     terbagi kedalam 10  makhraj, yaitu:

1.      اَقْصَى اللِّسَانِ ( بِالْقُرْبِ مِنَ اللَّهَاةِ) مَعَ مَا فَوْقَهُ مِنَ الْحَنَكِ الاَعْلَى       


Pangkal lidah dekat anak lidah dengan langit lsngit ysng lurus diatasnya. Dari makhraj ini keluar satu huruf yaitu QAF   (  ق )
2.      اَقْصَى اللِّسَانِ مِنْ اَسْفَلِ مَخْرَجِ الْقَافِ قَلِيْلًا
Pangkal lidah, kebawah sedikit dari makhraj QAF. Dari makhraj ini keluar huruf KAF ( ك   )
Kedua huruf ini ( QAF dan KAF ) disebut huruf lahwiyyah, artinya anak   lidah.
3.      وَسَطُ اللِّسَانِ وَمَا يُحَاذِيْهِ مِنَ الْحَنَقِ الْاَعْلىَ

Pertengahan lidah dengan bertemu dengan langit langit atas. Dari makhraj ini keluar huruf :
a.        JIM ( ج  ),
b.       SYIN ( ش  ) dan
c.         YA ( ي )  ketiga huruf ini disebut huruf SYAJARIYYAH , artinya tengah lidah.

4.      حَافَتَى اللِّسَانِ مَعَ الْاَضْرَاسِ

Salah satu tepi lidah, atau keduanya dengan gigi geraham yang atas.  Dari makhraj ini keluar huruf DLOD ( ض  ), huruf ini disebut huruf JANBIYYAH, artinya tepi lidah.
5.      حَافَتَى اللِّسَانِ مَعَ بَعْدَ مَخْرَجِ الضَّاضِ وَمَا يُحَاذِيْهِمَا مِنَ الثَّنَةِ الْعُلْيَا


Kedua tepi lidah secara bersama sama sesudah makhraj Dlod hingga ujung lidah dengan gusi gigi yang atas ( gusi gigi seri). Dari makhraj ini keluar huruf LAM (  ل  ).
6.      مِنْ طَرْفِ اللِّسَانِ اَسْفَلَ مِنّ اللَّاِم قَلِيْلاً

Ujung lisan kebawah sedikit dari  makhraj Lam. Dari makhraj ini keluar huruf NUN ( ن  )
7.      يُقَارِبُ مَخْرَجَ النُّوْنِ وَدَخَلَ فِيْ ظَهْرِ اللِّسَانِ


Dekat makhraj Nun, dan masuk pada punggung lidah. Dari makhraj ini keluar huruf RO (ر  ). Ro makhrajnya lebih kedalam dari pada nun, sedangkan Ro dan Nun lebih keluar dari makhraj Lam. Huruf  ل- ن- ر  disebut juga huruf DZALQIYYAH, artinya ujung lidah.

8.      طَرْفُ اللِّسَانِ مَعَ اُصُوْلِ الثَّنَيَا الْعُلْيَا

Bagian atas ujung lidah dengan pangkal duabuah gigi seri atas.  Dari makhraj ini keluar huruf  
a.       TA( ت  )
b.       DAL( د  )
c.         THO’  ( ط ). Ketiga huruf ini disebut juga huruf NATH’IYYAH, artinya  ujung langit langit.

9.      طَرْفُ اللِّسَانِ مَعَ اَطْرَافِ الثَّنَيَا  


Ujung lidah bertemu dengan ujung  gigi seri. Dari makhraj ini keluar huruf:
a.         ZA ( ز  ),
b.       SIN (س  )
c.        SHOD ( ص ).  Ketiga huruf ini disebut huruf ASALIYYAH artinya lidah paling ujung.


10.  طَرْفُ اللِّسَانِ مَع اَطْرَافِ الثَّنَيَاالْعُلْيَا

Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas. Dari mkhraj ini keluar huruf:
a.        TSA ( ث ) ,
b.       DZAL ( ذ  ) ,
c.       ZHO   ( ظ ) . ketiga huruf ini disebut huruf LITSAWIYYAH, artinya gusi.

D.       Asy-syafatan ( اَلشَّفَتَانِ  ).  Artinya adalah Dua buah bibir. Artinya adalah  tempat keluar huruf yang terletak pada dua buah bibir.  Dari makhraj ini terbagi menjadi dua makhraj, yaitu;

1.      بَطْنُ الشَّفَةِ السُّفْلَى مَعَ اَطْرَافِ الثَّنَيَا الْعُلْيَا



Perut bibir bawah dirapatkan dengan ujung gigi seri atas. Dari makhraj ini keluar satu huruf yakni FA’ (ف  )

2.      مَا بَيْنَ الشَّفَتَيْنِ بِالْاِنْطِبَاقِ

Diantara kedua bibir dalam keadaan tertutup. Bila bibir dirapatkan akan keluar huruf:
a.        MIM  (  م  )
b.       BA’ ( ب  ),
c.        dan bila bibir dibulatkan akan keluar huruf WAW (  و  ). Keempat huruf  ف-م-ب-و  disebut juga huruf SYAFAWIYYAH, artinya huruf bibir.


E.     Al-khoisyum (  الخيشوم  ). Artinya adalah rongga hidung. Dari makhraj ini keluar satu makhraj yakni AL-GHUNNAH (  الغنة ). Yaitu apabila ;
a.       Nun sukun (  نْ ) atau tanwin ketika dibaca idghom bighunnah, ikhfa, dan ketika nun bertasydid (  نّ )
b.      Mim sukun (  م ْ ) ketika dibaca idghom mitslain,ikfa syafawi dan ketika mim bertasydid (  مّ ).




[1] Syeikh ‘Abdul Wahab Wazeet Dabbas, Hidayatur Rahman Fi Tajwidil Qur’an, hal 12